Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja Terbaru

Semua orang pasti membutuhkan pekerjaan, dengan pekerjaan anda bisa memenuhi segala kebutuhan untuk kehidupan sehari-hari. Banyak sekali pekerjaan yang ada di dunia ini, baik pekerjaan dari pemerintah maupun swasta. Terdapat beberapa pekerjaan yang menggunakan sistem kerja kontrak.
Pekerjaan dengan sistem kerja kontrak tentunya membutuhkan surat kontrak kerja, agar kedua belah pihak terikat pada sebuah perjanjian kontrak yang tidak menguntungkan salah satu pihak. Dengan adanya kerja ini, banyak orang yang mencari tahu contoh surat kontrak kerja yang benar.
Sehingga dengan surat kontrak kerja tersebut tidak ada satu belah pihak yang merasa dirugikan karena sudah sesuai dan sepersetujuan kedua belah pihak. Bagi anda yang ingin membuat surat kontrak kerja, berikut beberapa contoh surat kerja yang benar, semoga dapat membantu. 
Di dalam pekerjaan terdapat 3 macam jenis pekerjaan berdasarkan waktu, berikut ini contoh surat kontrak kerja karyawan harian. dipersembahkan oleh www.blogpetang.com

Bagan surat kontrak kerja

Contoh surat kontrak kerja

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Sulistyo
Alamat : Jl. Kampung Rambutan no. 53, Cikampek.
Jabatan : Supervisior Kredit
Dalam surat ini bertindak atas nama PT. Suka Cita berkedudukan di Jl. Suka Cita Raya no. 39, Cikampek, selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

Nama : Suprih
Alamat : Jl. Surat Kerja no. 10, Cikampek.
Jabatan : Karyawan
Dalam surat ini bertindak atas nama sendiri, selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.

Pada hari jumat, 22 Juni 2017, dengan memilih dan mengambil tempat di PT. Suka Cita, Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sepakat dan setuju saling terikat dalam surat kontrak kerja karyawan harian dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1

PENGERTIAN PERJANJIAN HARIAN

Yang dimaksud dengan Perjanjian adalah bahwa Pihak Pertama menyerahkan sebuah pekerjaan untuk dikerjakan atau dilaksanakan oleh Pihak Kedua. Di dalam melaksanakan pekerjaan Pihak Kedua tunduk terhadap peraturan dan sistem kerja yang berlaku pada perusahaan Pihak Pertama.

Pasal 2

RUANG LINGKUP

Pekerjaan yang disertakan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua adalah Supervisor Kredit di PT. Suka Cita.

Pasal 3

TATA TERTIB KERJA

1.      Di dalam melaksanakan pekerjaan Pihak Kedua harus taat dan tunduk terhadap tata tertib kerja, perintah langsung maupun tidak langsung dari Pihak Pertama atau wakil Pihak Pertama di perusahaan PT. Suka Cita.
2.      Apabila Pihak Kedua melakukan sebuah pelanggaran disiplin kerja yang telah berlaku pada PT. Suka Cita maka Pihak Pertama berhak untuk memberikan sebuah sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Pihak Kedua dengan berdasarkan peraturan yang berlaku.

Pasal 4

CARA KERJA

1.      Pengaturan tentang cara kerja seperti tanggung jawab dan tugas Pihak Kedua akan disampaikan oleh Pihak Pertama atau wakil Pihak Pertama secara langsung dengan pengarahan ketika Pihak Pertama memulai pekerjaannya.
2.      Pihak Kedua hanya diperkenankan untuk mengerjakan pekerjaan Supervisor Kredit PT. Suka Cita dan tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan lain kecuali jika terdapat persetujuan tertulis dari Pihak Pertama.
Pasal 5

JANGKA WAKTU

1.      Hubungan kerja antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan berlaku sebanyak 6 bulan terhitung sejak surat perjanjian ini ditandatangani dan berakhir pada tanggal 22 Desember 2017.
2.      Apabila pekerjaan Pihak Kedua belum selesai, maka kedua belah pihak bisa membuat pembaruan pada Surat Kontrak Kerja atas kesepakatan tertulis dari kedua belah pihak.
Pasal 6

UPAH

1.      Pihak Pertama setuju memberikan upah kepada Pihak Kedua sebesar Rp 150.000,- (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah) setiap hari kedatangan kerja Pihak Kedua.
2.      Apabila Pihak Kedua tidak hadir dengan alasan atau tanpa alasan apapun makan terdapat asas No Work No Pay.
Pasal 7

SISTEM PEMBAYARAN

Sistem pembayaran Pihak Kedua dilakukan oleh Pihak Pertama dengan cara transfer dalam rekening, dilakukan pada setiap hari Sabtu di lokasi PT. Suka Cita

Pasal 8

WAKTU DAN JAM KERJA

1.      Hari kerja normal 26 (dua puluh enam) hari kerja dari 30 (tiga puluh hari) hari kalender.
2.      Jam kerja normal 8 (jam kerja) untuk 1 hari dan 48 (empat puluh delapan) jam kerja untuk 1 minggu dengan 6 (enam) hari kerja dari 30 (tiga puluh) hari kalender.
Pasal 9

LEMBUR

Apabila Pihak Pertama meminta Pihak Kedua mengerjakan kerjaan di luar dari Jam Kerja, Pihak Kedua berhak menerima upah lembur sesuai dengan ketentuan dan undang-undang yang berlaku mengenai upah lembur.
Pasal 10

PENGAKHIRAN HUBUNGAN KERJA

Setiap waktu hubungan kerja Pihak Pertama dan Pihak Kedua bisa diakhiri apabila Pihak Kedua melakukan pelanggaran berat seperti yang disebutkan di bawah ini:
1.      Melakukan tindakan penggelapan, pencurian dan atau perbuatan melawan hukum lainnya. melakukan tindakan penganiayaan terhadap anggota keluarga dan atau rekan kerja.
2.      Melakukan perkelahian terhadap sesama pekerja.
3.      Melakukan dengan sengaja atau tidak sengaja atau kecerobohan yang dapat membuat kerugian bagi Pihak Pertama.
4.      Memberikan keterangan atau kesaksian palsu atau perbuatan lainnya yang dapat mengakibatkan kericuhan pada lokasi perusahaan Pihak Pertama.
5.      Melakukan perbuatan berjudi, mabuk, penggunaan obat terlarang di lingkungan kerja.
6.      Mencemarkan dan atau menghina nama baik Pihak Pertama dan atau mitra bisnisnya dan atau pekerjaan lainnya beserta keluarga.
7.      Menolak dan atau membantah instruksi atau perintah dari Pihak Pertama.
8.      Menyalahgunakan jabatannya sehingga menyebabkan perusahaan Pihak Pertama mengalami kerugian.
9.      Tidak masuk kerja selama waktu 3 (tiga) hari berturut-turut tanpa keterangan tertulis atau alasan yang dibenarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
10.  Melakukan tindakan pelanggaran lainnya yang bisa dikategorikan sebagai pelanggaran berat berdasarkan peraturan yang berlaku di Republik Indonesia.

Pasal 11

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1.      Perjanjian ini dan semua akibat hukumnya hanya tunduk terhadap hukum dan ketentuan yang berlaku di negara Republik Indonesia.
2.      Apabila terjadi sebuah perselisihan atas pelaksanaan dan atau penafsiran atas perjanjian kerja Harian Lepas, maka akan diselesaikan secara musyawarah.
3.      Jika di dalam penyelesaian permasalahan seperti yang tertuang pada pasal 11 ayat (2) tidak tercapai, makan kedua belah pihak sepakat untuk menggunakan hukum yang ada di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial setempat untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pasal 12

PENUTUP

Demikianlah surat kontrak kerja ini dibuat, disetujui dan ditandatangani dalam rangkap dua, asli dan embusan dengan materai cukup dan berkekuatan hukum sama. Satu surat kontrak kerja dipegang oleh Pihak Pertama, dan satu surat kontrak yang satunya di pegang oleh Pihak Kedua. Surat ini dibuat berdasarkan kesadaran antara kedua belah pihak, tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Dibuat : Cikampek
Tanggal : 22 Juni 2017
Cibinong, 22 Juni 2017
Pihak Pertama




(SULISTYO)
Pihak Kedua




(SUPRIH)

Itulah tadi contoh surat kontrak kerja karyawan harian yang dipersembahkan oleh blogpetang.com, didalam membuat sebuah surat kontrak kerja harus ada persetujuan kedua belah pihak tanpa adanya kerugian atau keuntungan salah satu pihak. Untuk itu surat kontrak kerja sangat dibutuhkan guna membuat kedua belah pihak pada kesetaraan dan hukum yang sama.
Dalam membuat surat kontrak kerja seperti contoh surat kontrak kerja diatas harus menggunakan materai, karena materai akan memperkuat isi perjanjian yang etrtuang pada surat kontrak kerja yang anda buat. Semoga contoh surat kontrak kerja diatas mampu membantu anda dalam membuat surat kontrak kerja dan memberikan hasil kesetaraan antara kedua belah pihak.

0 Response to "Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja Terbaru"

Posting Komentar

Kirimkan komentar Anda tentang artikel diatas.
Peringatan : Maaf, Komentar yang semata-mata dibuat hanya bertujuan untuk promosi dll akan kami hapus.